Laman

Kamis, 11 September 2014

Belajarlah Dari Tukang Ojeg


Udah lumayan lama ga ngeposting di blog, lagi sibuk ngelanjutin kuliah jilid 2, jadi bergelut dengan jurnal, tugas tugas dan tugas (alibi…hehehe), ga ada waktu luang ni ceritanya. Kalo ngomongin waktu luang Jadi keingat sama ungkapan seorang temen, waktu luang itu ga pernah ada yang ada hanya “meluangkan waktu”. Nah.. sekarang gimana di kita-nya meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu. Nah…tulisan ini sebenarnya ada kaitannya dengan Planning of life, management diri dan waktu. Jadi apa hubungannya dengan tukang ojeg????? Here we go guys…

Pernah ga menyesal karena menunda-nunda pekerjaan atau tidak menentukan target hidup??? Seperti mengerjakan tugas semalam sebelum deadline dan ketika mau di print di pagi hari eh tiba-tiba mati lampu, sehingga tugasnya ga bisa diserahkan ke dosen. Atau menyelesaikan sarjana lebih 4 tahun??? Magister lebih 2 tahun??? Atau hal lain sebagainya.

Hal semacam ini biasanya dialami oleh mereka yang tidak punya target dan perencanaan dalam hidup. Tidak semuanya memang, tapi sebagian besar benar adanya. Seseorang yang tidak memiliki target dan rencana hidup biasanya menjalani hidup lebih santai dan cenderung kurang produktif. Kenapa demikian??? Ya karena mereka tidak memiliki tujuan dan target yang harus dicapai, jadi dibiarkan saja mengalir. Analoginya adalah seseorang yang tersesat di tengah laut memiliki target mencapai daratan, maka ia akan terus berenang untuk mencapai daratan. Sedangkan seorang yang tidak memiliki target membiarkan dirinya dibawa oleh ombak, jika sampai daratan syukur, ga sampai juga ga apa-apa.

Nah, terkait dengan planning of life atau perencanaan hidup kenapa kita tidak mengambil hikmah atau pelajaran dari lingkungan sekitar, seperti tukang ojeg misalnya. Bagi saya tukang ojeg itu adalah filosofer. Kenapa??? Karena ojeg selalu menentukan tujuan di awal. Pasti kalau kepangkalan ojeg pertanyaan pertama yang ditanyakan si Abang ojeg adalah “Mau kemana Neng???” Sebelum bergerak si Ojeg harus tau kemana tujuan si penumpang, setelah tau tujuannya kemanan i Ojeg akan menetukan akan melewati arah yang mana, jalur yang aman, cepat dan mudah. Semua cara dan jalan yang ditempuh telah diperkirakan tentunya yang memudahkan baginya dan nyaman bagi si penumpang. Jika jalur pertama yang ditempuh agak macet, si Abang ojeg pasti akan memilih jalur lain yang lebih mudah menuju tujuan tentunya sesuai dengan kesepakatan dengan si penumpang.

Nah, bukankan itu sebuah filosofi tentang pentingnya perencanaan dalam hidup??? Bahwa semua diawali dengan menentukan tujuan/target sehingga seseorang harus menentukan arah mana yang harus ditempuh dengan mempertimbangkan semua kemungkinan dan resiko. Jika rencana pertama gagal atau menemui hambatan, seseorang tersebut telah siap untuk menjalankan rencana kedua yang akan mengantarkannya menuju tujuan yang diharapkan. Sama halnya ketika si Abang ojeg memilih jalur lain jika menemui hambatan di jalur pertama.

Menentukan rencana hidup adalah bagian dari melukis dan mencapai impian. Awalnya mulai melukiskan impian kita di kertas dan mencapainya satu persatu. Misalnya: matakuliah tertentu harus dapat nilai A, harus selesai sarjana tepat waktu dengan nilai cumlaude, bulan depan harus lulus Toefl dengan skor 600. Lulus S1 harus dapat beasiswa ke luar negeri. Dan lain sebagainya.

Bagi orang pesimis akan mengatakan “Udah bro impiannya ketinggian banget tu, ntar kalau ga kesampaian kecewa loh!”. Tapi bagi si optimis, itu merupakan doa yang akan diusahakan dengan semaksimal mungkin untuk meraihnya, jika tidak mencapai target tentunya ia masih mempunyai target yang lain. Bukankan kita bebas menentukan jalan hidup kita???
Rencana hidup juga ditentukan oleh kemampuan seseorang memanage diri dan mengatur waktu. itu merupakan bagian penting dari kesuksesan seseorang. Apakah itu planning jangka pendek maupun jangka panjang. Karna orang yang memiliki target akan lebih cepat menuju impian dan cita-citanya.

Hikmah dan pelajaran itu bisa kita ambil dari mana saja dan dimana saja, salahsatunya adalah lingkungan sekitar kita.

Sudahkah anda memiliki planning of life???? Jika belum, BELAJARLAH DARI TUKANG OJEG. hehehe...^_^




Wassalam...Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat!

Sumber foto:
http://www.clker.com/

Tidak ada komentar: