Laman

Kamis, 31 Juli 2014

Idul Fitri: Moment Bahagia Bersama Keluarga


Udah lama ga update tulisan di blog, karena fokus dan lumayan banyak kerjaan selama puasa. Dan Akhirnya Ramadhan sudah pergi, bulan suci pernuh berkah sudah meninggalkan kita. Saatnya semua muslim merayakan kemenangan. Setiap orang sibuk mempersiapkan diri secara lahir maupun batin menyambut Idul Fitri.
Seperti biasa, setiap lebaran tiba aku dan kedua sodaraku (sebagai perantauan di Ibukota)  berusaha untuk pulang ke kampung halaman alias mudik untuk melewati lebaran bersama keluarga. Di kampungku, setiap malam lebaran selalu meriah dengan adanya pawai takbir keliling. Setiap kepala desa menganjurkan masyarakatnya untuk ikut pawai. Semua mobil, motor, mobil pick up milik masyarakat meramaikan dan memeriahkan takbir keliling. 

Begitu syahdu melewati malam lebaran di kampong halaman tercinta diiringi dengan lantunan takbir yang begitu mengharu biru. Namun, suasana syahdu itu sedikit terganggu dengan adanya suara mercon yang suaranya bikin telinga sakit, tidak sedikit ibu-ibu menggerutu karena terkejut dan bayi mereka menangis karena suara mercon. Sepertinya budaya membakar mercon setiap lebaran ga bisa hilang di kalangan masyarakat kita, apa karena Aceh dahulunya adalah daerah konflik???? entah karena pemerintahnya tidak tegas terhadap situasi ini. Entahlah, yang pasti mercon harus dibasmi. Berapa banyak coba dampak negative yang ditimbulkan dengan adanya mercon, sampai-sampai ada rumah yang terbakar karena ledakan mercon. Ditempat kalian apa aja efek negative dari mercon????

Seperti pada umumnya persiapan menuju lebaran, aku dan adikku membersihkan rumah dan pekarangan menyiapkan kue dan lainnya. Sedangkan mama selalu menyiapkan lontong, mie aceh dan sop tulang. Itu sudah menjadi makanan favorit di keluarga. Dan itu semua disiapkan satu hari sebelum lebaran, dan langsung habis ludes disantap keluarga dan tamu yang datang. Sudah menjadi tradisi keluarga, selepas pulang shalat Idul Fitri di Mesjid kami sekeluarga selalu menyantap lontong dan mie dengan lahap, biasanya tamu dihari pertama akan disuguhi lontong dan mie. Tentunya itu dilakukan setelah sungkeman dan salaman dengan orang tua. Sudah tradisi keluarga kami melakukan sungkeman selepas shalat, dimulai dengan sungkeman dengan mama kemudian ayah. Meminta maaf kepada orang tua dan dan mendoakan mereka pastinya diakhiri dengan foto-foto bersama…heheheheh (selfie bareng keluarga) 

Mendapat ciuman di kening dari Ibunda tersayang, tak semua orang bisa merasakannya :)


 Ayah, Sang Inspirator Hidup



Love Big Family :*

Kadang kita salah, lebih dahulu mengirimkan sms, bbm, WA dan ucapan lainnya kepada teman2 dan rekan2 di sosmed, sedangkan orang tua sendiri belum kita salam. Orang tuaku selalu mengajari bahwa keluarga dulu lah yang harus dimintai maaf, setelah itu baru orang lain.

Nah, biasanya selepas dhuhur kami menziarahi makam kakek dan nenek di kampong halaman ibunda yang tak jauh dari rumah. Mamaku adalah sepuluh bersaudara, bisa dibayangkan betapa ramenya keluarga kami ketika berkumpul. Tradisi ziarah kubur selalu dilakukan setiap tahun, untuk mendoakan, membersihkan makan dan yang paling penting untuk mengingatkan setiap individu akan kematian yang pasti menghampiri kita. Agar anak cucunya kelak tidak lupa akan adanya kehidupan akhirat, sehingga bisa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Setelah meziarahi makam, keluarga besar berkumpul dan membagikan THR, sudah menjadi kebiasaan memberikan THR, bukan masalah besar kecil uang yang diberikan asalkan ada  THR dan uang baru, itu sudah cukup membuat anak-anak, aku dan sepupuku bahagia bukan main. Aku sudah jauh2 hari mempersiapkan THR untuk sepupuku yang masih kecil. Ya, walaupun aku sudah berpenghasilan sendiri tapi juga kebagian THR dari para oom dan tante yang baik hati. (peraturannya jelas, sebelum keluar dari KK keluarga masih kebagian THR..hihi)

 Eksis dulu...hehehe (dan ini bukan kampanye ya...)

 Di Depan rumah peninggalan kakek, udah berdiri sejak 1989. Lama beneerrr bro!


Karena, bagiku dan keluarga Lebaran itu bukan soal baju baru sepatu baru, tapi kesucian hati merajut silaturahmi dengan keluarga. Moment bahagia bersama keluarga tak semua orang dapat merasakan itu. Apalagi setahun sekali bisa berkumpul semua dirumah pusaka peninggalan kakek. Tak lengkap rasanya jika tak berkumpul bersama keluarga, karena bersama merekalah kita tumbuh dan memiliki ikatan. Tapi lebaran tahun ini keluarga udah rame pada nanyain “kapan kawin???” “calonnya orang mana???”. Kalau dihitung udah rame yang nanyain kapan nikah dibandingkan THR yang dapat kali ini. Waduuuhhhhh….galau anak gadis kalau ditanyain begituan, paling hanya bisa tersenyum dan jawab “ Insyaallah, doain aja lancar”. J

Jika pada hari lebaran pertama berkumpul di keluarga besar mama. Di hari kedua kami berkumpul di keluarga besar Ayah, Tak kalah rame juga. Orang tuaku selalu mengajari kami tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan seimbang diantara kedua pihak. Sangat beruntung terlahir dikeluarga ini, memiliki orang tua yang hebat dan terbaik, sodara-sodara yang menyenangkan dan pastinya keluarga besar yang gokil dan menghebohkan.

Dan tentunya ibadah yang telah dijalani di bulan Ramadhan bagaikan rajutan sebuah baju yang siap kita kenakan untuk melindungi tubuh kita. Tentunya “baju” tersebut jangan kita sobek-sobek dengan kemaksiatan setelah Ramadhan pergi. Malah “baju” tersebut harus kita jaga dan akan lebih baik jika kita terus merajut “baju-baju” yang baru untuk bekal kita kembali kepadaNya kelak.

Dan Idul Fitri menjadi sarana menjalin ukhuwah dan silaturahmi diantara ummat muslim. Saling memaafkan dan menyayangi. Pastinya juga perbaikan gizi. Hehehehe…Itu saja ceritaku mengenai tradisi keluarga di hari lebaran. Kalau ceritamu apa????


Wassalam,
~ Terimakasih sudah berkunjung~

8 komentar:

Nurul Hikmah Alghazel mengatakan...

tulisan ini dibuat disela-sela menunggu tamu jauh dari Banda Aceh. Dari pertama lebaran sampe hari ini jalan-jalan terus banyak tamu terus....hehehe
Capek anak gadis,,hehehe
tunggu di tulisan selanjutnya :)

Anonim mengatakan...

Wah sama2 pemudik ya. Selamat lebaran :)

tazaemjayy mengatakan...

Met Lebaran ya rakan, minal aidin wal faizin mohon maaf lahir bathin

Nurul Hikmah Alghazel mengatakan...

iya..met lebaran juga kakak...kakak mudik kemana ni??? :)

Nurul Hikmah Alghazel mengatakan...

sm2 emjay...maaf lahir batin juga

Citra Rahman mengatakan...

Mohon maaf lahir dan batin yaa...

Aku suka sekali melihat rumoh Acehnya. Masih sangat khas. :D

Nurul Hikmah Alghazel mengatakan...

iya sama2 bang citra, kalau mau lihat langsung boleh singgah ke aceh utara..hehehe :)

Anonim mengatakan...

Ke Lhoksukon dan Peudada aja :D