Laman

Minggu, 15 Juni 2014

Ayah, Aku Menyayangimu

Untuk Ayah Terbaikku…


Apa kabar ayah??? Sedang apa ayah sekarang???? Apa ayah sedang membaca buku di meja kerja dan mempersiapkan bahan untuk mengajar besok???? Atau ayah sedang menonton tv bersama ibu??? Atau ayah masih di Mushalla desa berdiskusi dengan para tetangga??? Apapun yang ayah lakukan saat ini, aku selalu berdoa agar Allah memberikan kesehatan dan kemudahan dalam segala urusan ayah.

Malam ini, bersama derasnya hujan diluar sana aku ingin bernostagia kenangan bersama ayah. Mungkin ini bisa sedikit mengobati rinduku pada Ayah saat ini. Masih sangat jelas diingatanku bagaimana cara ayah mendidik, memanjakan dan sangat menyayangi kami dengan sepenuh hati. Bekerja siang malam untuk menghidupi keluarga kecil kita. Pagi engkau menjadi seorang guru di Sekolah Dasar dan sore hari engkau menjadi petani di sawah. Itu ayah lakukan untuk membahagiakan kami, keluargamu. Karena saat itu ekonomi kita sangat pas-pasan, namun dengan kegigihan ayah mencari rizki dan keuletan ibu berjualan, akhirnya ekonomi kita semakin membaik hingga saat ini. Ayah tetesan keringatmu itu mengantarkan kami menuju kesuksesan dan kebahagian dan itu semua takkan mampu kami membalasnya. Terimakasih Ayah.


Ayah, aku rindu duduk di pangkuanmu setelah selesai shalat, aku rindu menyisir rambut ayah dan menarik-narik kumis ayah sampai ayah geli. Aku rindu jalan-jalan sore dengan kereta buntut kita dulu sambil bercerita mengitari kampung dan sawah-sawah. Disaat yang lain takut kepada Ayahnya, aku malah sangat dimanja dan disayangi oleh Ayah. Sempat seorang temanku berkata: “kau begitu beruntung punya Ayah yang sangat sayang dan selalu ngajak jalan-jalan”.  Aku juga sangat rindu saat ayah mendongengi kisah-kisah hikmah setiap malam. Bahkan aku tidak bisa tidur jika ayah berhenti bercerita. Tak ada yang dapat menggantikan kepiawaian ayah dalam berdongeng. Aku sangat beruntung memiliki Ayah.

Ketika aku di perantauan, ayah selalu menelponku dan menanyakan aku sedang dimana dan bagaimana kuliahku??? Padahal aku jarang sekali menghubungi ayah dan ibu. Karena saat itu aku berpikir aku tidak perlu memberitahukan agar kalian tidak susah. Tapi, aku keliru. Hal yang paling dikhawatirkan oleh orang tua adalah ketika mereka tidak mengetahui kabar anaknya. Aku sungguh keliru, maafkan aku!

Sekarang ayah mulai sakit-sakitan dan mengidap gagal ginjal. Wajahmu semakin keriput bahkan nampak lebih tua dari usiamu, rambutmu bahkan sudah memutih semuanya dan fisikmu tidak sekuat dulu. Maafkan anakmu yang tak selalu berada sisimu tak merawatmu dengan baik. Namun, ayahlah yang selalu mendorong kami untuk mencapai mimpi-mimpi dan tak perlu mengkhawatirkan ayah. karena Ayah selalu bilang: “ayah akan baik-baik saja!”. Bahkan ketika aku mengutarakan ingin memberikan ginjalku, ayah bilang: "Ga usah Nak! Hidupmu masih panjang, masih banyak mimpi yang harus kau capai. Ayah ga apa-apa, jangan khawatir". Aku berdoa agar Allah melindungi Ayah dan ibu, memberikan kesehatan dan kekuatan karena aku percaya Allah lah sebaik-baik pelindung.

Ayah…apa ayah tau???? alasan utamaku belajar mengemudi adalah karena aku ingin membawamu kemana saja dengan mudah tanpa ayah harus merasa malu diboncengi anak gadis ayah sendiri. Dan ketika aku pulang aku berusaha mengajak ayah jalan-jalan berkeliling dengan mobil, aku lihat ada rasa bangga di mata ayah. Walau akhirnya mobil kita tergores terkena pintu gerbang. Hehehe…Apapun yang aku lakukan saat ini adalah untuk membahagiakan kedua orang tua.

Ayah tak perlu mengkhawatirkan kami. Walau jauh di perantauan, kami adalah anak ayah yang mandiri dan bisa menjalani hidup dengan baik. Dan di perantauan ini kami selalu mendoakan ayah dan ibu agar selalu bahagia, walau jarak kita jauh, tapi aku percaya hati kita selalu terpaut dalam doa.

Aku ingin menjadi sepertimu, menjadi sosok orang tua yang santun, mandiri dan penyayang serta menjadi guru yang dirindui murid-muridnya. Sosok yang begitu sabar dan tak pernah berkata kasar. 

Aku selalu berdoa agar ayah senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan di hari-hari tua ayah. Agar ayah bisa beribadah dengan tenang tanpa harus memikirkan anak-anakmu. Aku juga berdoa agar ayah diberikan keberkahan umur dan bisa melihat setiap kesuksesan yang kami raih. Dan satu hal yang selalu aku minta sama Allah adalah ayah bisa menjadi wali ketika aku menikah kelak. Sehatlah selalu ayah dan berbahagialah.

Melalui surat ini, aku ingin mengucapkan terimakasih atas pengorbanan, kasih sayang dan didikan ayah selama ini. Karena perjuangan Ayah anakmu semua bisa mengenyam Pendidikan sarjana dan telah mapan dalam karir. Aku tidak bisa membalas pengorbanan Ayah. Aku beruntung terlahir dalam keluarga ini, mempunyai ayah yang penyayang dan sabar, ibu yang begitu tulus mencintai dan kakak dan adik yang sangat perhatian. Aku ingin ayah tau, aku sangat bangga menjadi putri Ayah. Dan selamanya aku akan berkata: Ayah, aku menyayangimu. J

Aku sayang ayah!

Salam sayang,
Putrimu ^^

8 komentar:

Unknown mengatakan...

Kita beruntung punya ayah yang penyabar dan ibu yang kuat....

Nurul Hikmah Alghazel mengatakan...

Bangga menjadi putri mereka berdua ^^

Indah Nuria Savitri mengatakan...

selamat hari ayah internasional yah :)...

Nurul Hikmah Alghazel mengatakan...

iya..salam kenal mbak indah :)

Unknown mengatakan...

Jd terharu dek.. beruntunglah kt mempunyai ayah & ibu yg sangat mencintai n menyayangi kita.

Nurul Hikmah Alghazel mengatakan...

Alhamdulillah...makasih kak udah berkunjung :)

Unknown mengatakan...

bagus ceritanya dan buat saya terharu. setelah membaca ini, makin sayang banget sama keluarga.Keluarga adalah segalanya

Nurul Hikmah Alghazel mengatakan...

keluarga adalah yg utama :)