
Rabu, 08 April 2015
LAPTOP!

Kamis, 12 Februari 2015
Nama adalah Harapan
“Apalah
arti sebuah nama” pernah dengar kalimat tersebut?? Kalimat yang disebutkan
William shakepeare dalam bukunya. Penting ga sih sebuah nama? Menurutku Nama
itu penting sebagai identitas dan jati diri seseorang (ga tau deh mas Dhani
sama Mba Titi #dankemudiangawur hahaha). Nama merupakan identitas seseorang,
kebayang ga sih kalau di dunia ini ga ada nama. Di KTP ga ada nama, di ijazah
ga ada nama. Pasti orang2 bakal manggil, Woi..woi, atau eh kamu iya
kamuuu…#aladodit
Selain
sebagai identitas, nama juga merupakan doa dan harapan. Salah satu kewajiban
orang tua adalah memberikan nama yang baik untuk anaknya. Karena nama adalah
doa, makanya Rasulullah menganjurkan orang tua untuk memberikan nama anak yang
bagus.
Jumat, 21 November 2014
Lebih Sayang Istri Atau Anak?
Halo semua, kali
ini pengen nge-share tulisan yang sedikit berbeda. Tentang pernikahan dan keluarga.
Buat yang masih jomblo, jangan khawatir ini bukan diskrminasi kok, tapi bisa
jadi masukan dan informasi untuk berumahtangga kelak. So…jangan galau teruss
mending baca tulisan ini sampai tuntas..hehehe
Jadi, hari ini di
kampus aku dan temen-temen ngediskusiin tentang perkembangan kepribadian dan
kognitif anak. Faktor utama yang mempengaruhi adalah hereditas dan keluarga.
Yap, keluarga memberi pengaruh besar dalam perkembangan seorang anak. Keluarga adalah
tempat pertama seorang anak belajar dan meniru, dalam hal ini keluarga
khususnya orang tua yang menjadi sumber utama pengetahuan dan informasi yang
diterima dan dipelajari oleh anak. Pembahasannya seru banget dari mulai yang
masih single, jomblo sampai yang sudah berkeluarga ikut komentar. Diantara kami
yang belum berkeluarga, sudah pasti yang sudah berkeluarga memberikan komentar baik
dan bijak, kayak Pak Charles, Pak Pribadi dan Ibunda Ani Yudhoyono (eh..salah!)
Ibu Ani Rushaidah Maksudnya.
Selasa, 28 Oktober 2014
Jalan-Jalan Seru ke Tangkuban Perahu
Kali ini aku mau share
pengalaman travelling sama temen-temen kuliah, maaf kali ini #latepost.
Perjalanannya sih bulan lalu, tapi serunya itu masih kerasa sampe sekarang.
Jumat, 26 September 2014,
Aku dan teman-teman sekelas punya rencana buat jalan-jalan. Mereka itu temanku
di Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Walau berasal dari
seantero nusantara, kami tetap kompak dan sudah seperti keluarga. Wisata
kuliner bareng, buat tugas bareng bahkan jalan-jalan bareng.
Nah hari itu (Jumat) setelah
kuliah pagi, bagi kami itulah saatnya weekend. Tanpa perencanaan awal, ada
salah seorang pribumi (asli Bandung maksudnya) ngajak jalan-jalan. Memang mau jalan kemana??? Yang
deket-deket aja dulu. Ke Tangkuban Perahu gimana?? Atau ke floating market di
Lembang??? Ke Tangkuban Perahu seru kayaknya, kamipun memutuskan untuk ke
Tangkuban Perahu yang jaraknya ga terlalu jauh dari kampus.
Sejarah:
Gunung Tangkuban Perahu terletak di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Bandung. Mempunyai tinggi 2.084 meter. Jarak lokasi 13 km dari pusat kota Bandung. Bagi Masyarakat Sunda gunung ini ada kaitannya dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Konon, Sangkuriang naksir dengan ibundanya sendiri, Dayang Sumbi pun memberikan syarat agar Sangkuriang membuatkan Perahu yang besar dan belum pernah ada sebelumnya. Namun, pada akhirnya waktunya habis dan Sangkuriang murka hingga menendang Perahu tersebut. Bisa baca ceritanya secara lengkap langsung deh searching di internet..hehehe
Minggu, 26 Oktober 2014
Gini Loh “Royal Weddingnya” Orang Aceh
Bulan Oktober 2014, Indonesia
dihebohkan dengan pernikahan Raffi Ahmad - Nagita Slavina, yang konon katanya
jadi pernikahan termewah tahun ini, katanya sih Royal Weddingnya Indonesia.
Bahkan beberapa TV swasta menyiarkan secara live. Sangking hebohnya pernikahan
ini, Pelantikan Presiden ke-7 Indonesia aja kalah saing. Mungkin masyarakat
kita sudah bosan dengan politik yang ga jelas dan bikin pusing. Mending nonton
yang bahagia dan indah-indah, menghadirkan cinta bagi siapa saja yang
melihatnya…asseekkk! Hahahaha (Jadi kepengen Nikah??? Kita Nikah Yuukk!!!!)
Sabtu, 25 Oktober 2014
20 Facts About Me
Karena udah rame yang nge-tag alias menantang untuk ikut
challenges “20 Facts About Me”. Boleh deh di coba. Lagian malam minggu gini ga
ada kerjaan, mending kita rilis aja..cekidot!
1. Namaku Nurul Hikmah, biasa dipanggil Nurul atau Roel. sebuah nama pemberian Ayah, tak ada
filosofi khusus tapi memiliki arti “Cahaya Kebijaksanaan”. Namaku memang
pasaran, mulai dari nama TK, Meunasah, Mesjid sampai nama pesantren. Ketika ku
tanyakan sama Ayah kenapa namaku pasaran banget, Ayah bilang nama “Nurul Hikmah”
itu bagus dan baik, buktinya banyak orang menggunakannya. Jadi, nama baik
itu memang dipakai dimana-mana..hehehe
Awalan namaku juga beda dibandingkan
Abang n Adikku, kalo mereka berdua diawali dengan huruf “R” sedangkan aku “N”.
(Aku memang beda)..hahaha (ketawa ga jelas).
Selasa, 16 September 2014
Bunker Cot Batee Geuluengku: "Keuroek-roek" Jepang di Bireun.
Kabupaten Bireuen adalah salah satu kabupaten
yang ada di Provinsi Aceh. Wilayah ini merupakan pemekaran dari kabupaten Aceh
Utara pada tanggal 12 Oktober 1999. Kabupaten ini banyak menyimpan legenda dan
sejarah yang unik. Pada tahun 1948, Bireuen pernah menjadi ibukota ketiga
Negara Repbulik Indonesia. Selain itu masih banyak kisah dan situs sejarah yang
telah ditemukan dan dilestasrikan oleh pemerintah setempat, seperti Meuligoe
Bupati, Makam ulama dan Bunker.
Bunker adalah bangunan peninggalan Jepang
yang dibangun ketika Perang Dunia II ketika tentara Jepang mendarat di Aceh
pada tahun 1942-1945. Bangunan ini lebih mirip gua bawah tanah yang mempunyai
arsitektur beton. Jepang memang terkenal dengan kemahirannya membangun
pertahanan. Hampir di setiap tempat yang pernah disinggahi dibangun benteng,
bahkan lubang di bawah tanah. Orang Aceh menyebut bunker dengan sebutan “Keuroek-roek” (sejenis serangga) yang
suka masuk dan berlindung di lubang-lubang kecil dalam tanah. Serupa dengan
tentara Jepang yang menjadikan bunker sebagai pelindung dari serangan musuh.
Langganan:
Postingan (Atom)

