Laman

Rabu, 08 April 2015

LAPTOP!

Bulan Maret lalu, aku kena musibah laptop kesayanganku rusak. Laptop yang menjadi saksi bisu perjuangan dan airmata kala mengerjakan skripsi, akhirnya berhenti untuk berjuang menemaniku menuntut ilmu. Padahal sejak awal kuliah di pascasarjana, aku selalu berbisik "please laptop bertahan deh sampe selesai magister aja". Rupanya dia menyerah pas semester 2, ya pantas sih keberadaannya sudah hampir 6 tahun menemani hari-hariku. mungkin dia sudah lelaaaahh...#eaaaa.



Kamis, 12 Februari 2015

Nama adalah Harapan



“Apalah arti sebuah nama” pernah dengar kalimat tersebut?? Kalimat yang disebutkan William shakepeare dalam bukunya. Penting ga sih sebuah nama? Menurutku Nama itu penting sebagai identitas dan jati diri seseorang (ga tau deh mas Dhani sama Mba Titi #dankemudiangawur hahaha). Nama merupakan identitas seseorang, kebayang ga sih kalau di dunia ini ga ada nama. Di KTP ga ada nama, di ijazah ga ada nama. Pasti orang2 bakal manggil, Woi..woi, atau eh kamu iya kamuuu…#aladodit 

Selain sebagai identitas, nama juga merupakan doa dan harapan. Salah satu kewajiban orang tua adalah memberikan nama yang baik untuk anaknya. Karena nama adalah doa, makanya Rasulullah menganjurkan orang tua untuk memberikan nama anak yang bagus. 

Jumat, 21 November 2014

Lebih Sayang Istri Atau Anak?


Halo semua, kali ini pengen nge-share tulisan yang sedikit berbeda. Tentang pernikahan dan keluarga. Buat yang masih jomblo, jangan khawatir ini bukan diskrminasi kok, tapi bisa jadi masukan dan informasi untuk berumahtangga kelak. So…jangan galau teruss mending baca tulisan ini sampai tuntas..hehehe

Jadi, hari ini di kampus aku dan temen-temen ngediskusiin tentang perkembangan kepribadian dan kognitif anak. Faktor utama yang mempengaruhi adalah hereditas dan keluarga. Yap, keluarga memberi pengaruh besar dalam perkembangan seorang anak. Keluarga adalah tempat pertama seorang anak belajar dan meniru, dalam hal ini keluarga khususnya orang tua yang menjadi sumber utama pengetahuan dan informasi yang diterima dan dipelajari oleh anak. Pembahasannya seru banget dari mulai yang masih single, jomblo sampai yang sudah berkeluarga ikut komentar. Diantara kami yang belum berkeluarga, sudah pasti yang sudah berkeluarga memberikan komentar baik dan bijak, kayak Pak Charles, Pak Pribadi dan Ibunda Ani Yudhoyono (eh..salah!) Ibu Ani Rushaidah Maksudnya.

Selasa, 28 Oktober 2014

Jalan-Jalan Seru ke Tangkuban Perahu


Kali ini aku mau share pengalaman travelling sama temen-temen kuliah, maaf kali ini #latepost. Perjalanannya sih bulan lalu, tapi serunya itu masih kerasa sampe sekarang.

Jumat, 26 September 2014, Aku dan teman-teman sekelas punya rencana buat jalan-jalan. Mereka itu temanku di Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Walau berasal dari seantero nusantara, kami tetap kompak dan sudah seperti keluarga. Wisata kuliner bareng, buat tugas bareng bahkan jalan-jalan bareng.

Nah hari itu (Jumat) setelah kuliah pagi, bagi kami itulah saatnya weekend. Tanpa perencanaan awal, ada salah seorang pribumi (asli Bandung maksudnya) ngajak jalan-jalan. Memang mau jalan kemana??? Yang deket-deket aja dulu. Ke Tangkuban Perahu gimana?? Atau ke floating market di Lembang??? Ke Tangkuban Perahu seru kayaknya, kamipun memutuskan untuk ke Tangkuban Perahu yang jaraknya ga terlalu jauh dari kampus.


Sejarah:


Gunung Tangkuban Perahu terletak di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Bandung. Mempunyai tinggi 2.084 meter. Jarak lokasi 13 km dari pusat kota Bandung. Bagi Masyarakat Sunda gunung ini ada kaitannya dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Konon, Sangkuriang naksir dengan ibundanya sendiri, Dayang Sumbi pun memberikan syarat agar  Sangkuriang membuatkan Perahu yang besar dan belum pernah ada sebelumnya. Namun, pada akhirnya waktunya habis dan Sangkuriang murka hingga menendang Perahu tersebut. Bisa baca ceritanya secara lengkap langsung deh searching di internet..hehehe

Minggu, 26 Oktober 2014

Gini Loh “Royal Weddingnya” Orang Aceh


Bulan Oktober 2014, Indonesia dihebohkan dengan pernikahan Raffi Ahmad - Nagita Slavina, yang konon katanya jadi pernikahan termewah tahun ini, katanya sih Royal Weddingnya Indonesia. Bahkan beberapa TV swasta menyiarkan secara live. Sangking hebohnya pernikahan ini, Pelantikan Presiden ke-7 Indonesia aja kalah saing. Mungkin masyarakat kita sudah bosan dengan politik yang ga jelas dan bikin pusing. Mending nonton yang bahagia dan indah-indah, menghadirkan cinta bagi siapa saja yang melihatnya…asseekkk! Hahahaha (Jadi kepengen Nikah??? Kita Nikah Yuukk!!!!)

Sabtu, 25 Oktober 2014

20 Facts About Me

Karena udah rame yang nge-tag alias menantang untuk ikut challenges “20 Facts About Me”. Boleh deh di coba. Lagian malam minggu gini ga ada kerjaan, mending kita rilis aja..cekidot!

1. Namaku Nurul Hikmah, biasa dipanggil Nurul atau Roel. sebuah nama pemberian Ayah, tak ada filosofi khusus tapi memiliki arti “Cahaya Kebijaksanaan”. Namaku memang pasaran, mulai dari nama TK, Meunasah, Mesjid sampai nama pesantren. Ketika ku tanyakan sama Ayah kenapa namaku pasaran banget, Ayah bilang nama “Nurul Hikmah” itu bagus dan baik, buktinya banyak orang menggunakannya. Jadi, nama baik itu memang dipakai dimana-mana..hehehe
Awalan namaku juga beda dibandingkan Abang n Adikku, kalo mereka berdua diawali dengan huruf “R” sedangkan aku “N”. (Aku memang beda)..hahaha (ketawa ga jelas).

Selasa, 16 September 2014

Bunker Cot Batee Geuluengku: "Keuroek-roek" Jepang di Bireun.

Kabupaten Bireuen adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Aceh. Wilayah ini merupakan pemekaran dari kabupaten Aceh Utara pada tanggal 12 Oktober 1999. Kabupaten ini banyak menyimpan legenda dan sejarah yang unik. Pada tahun 1948, Bireuen pernah menjadi ibukota ketiga Negara Repbulik Indonesia. Selain itu masih banyak kisah dan situs sejarah yang telah ditemukan dan dilestasrikan oleh pemerintah setempat, seperti Meuligoe Bupati, Makam ulama dan Bunker.

Bunker adalah bangunan peninggalan Jepang yang dibangun ketika Perang Dunia II ketika tentara Jepang mendarat di Aceh pada tahun 1942-1945. Bangunan ini lebih mirip gua bawah tanah yang mempunyai arsitektur beton. Jepang memang terkenal dengan kemahirannya membangun pertahanan. Hampir di setiap tempat yang pernah disinggahi dibangun benteng, bahkan lubang di bawah tanah. Orang Aceh menyebut bunker dengan sebutan “Keuroek-roek” (sejenis serangga) yang suka masuk dan berlindung di lubang-lubang kecil dalam tanah. Serupa dengan tentara Jepang yang menjadikan bunker sebagai pelindung dari serangan musuh.