Laman

Senin, 10 Februari 2014

CERMIN BUKAN TEROPONG


  Kenal sama Farh*t Ab*as??? Yang lagi hot di infotaiment mengenai perceraiannya dengan Nia Daniati??? Hampir sepekan ini di semua tv memberitakan tentang dia (Buka R*TI dibahas dia, buka SC*TV dia lagi, makanya jadi tau berita ini) karena bosen sama berita itu2 aja, mending nonton Metro melihat duka saudara kita di Sinabung dan Banjir Manado.

Selasa, 28 Januari 2014

Langit





Langit di malam hari itu sangat indah. Penuh dengan bintang dan melahirkan ketenangan ketika memandangnya. Suatu ciptaan Allah yang begitu luar biasa. Ciptaan yang tiada bandingnya. Terimakasih ya Rabb...
Dulu aku sering kali memandang langit, terutama kalau lagi kangen sama orang tua khususnya kangen sama ibunda tercinta. Semasa di pesantren; ketika kangen , sedih atau lagi ada masalah aku sering kali memandang langit dari balik atap mushalla atau sengaja naik ke lantai dua agar bisa memandang langit dengan leluasa tanpa ada yang mengganggu.

Pak Keplor Oh Pak Keplor




"Tulisan ini udah lama saya tulis, tapi baru sempat posting tahun 2014. Kisah pas awal ngekos di Banda Aceh....penasaran kan???Sama...saya juga...hahahaha" 

24 Juni 2011.
Tadi malam, ada kejadian yang membuat aku schok setengah mati (tapi ga jadi mati dech, alhamdulillah). Semalam tepatnya jam 22.30, ada yang datangin rumah gue..hihi takut
Begini kronologisnya,
Jam 22.30
Tiittt..titt..tiitt...suara klakson di depan rumah.

Wonderful Singapore (Jalan-Jalan Last Part)



Singapura; Hijau, Bersih, Tertib dan Mengagumkan.
Hijau, bersih, tertib dan mengagumkan, itulah kesan pertama saya ketika melihat kota Singapura pada kunjungan akhir September 2013 lalu. Sebuah negara kepulauan yang sangat fenomenal dengan kemajuan di bidang teknologi, ekonomi perdagangan dan keuangan internasional. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan oleh Selat Singapura di selatan yang bersebelahan dengan Kepulauan Riau, Indonesia. Pelabuhan Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia (urutan kedua setelah Pelabuhan Shanghai, China). Benar-benar kota atau negara yang mengagumkan bila dibandingkan dengan Malaysia dan Negara saya sendiri, Indonesia.

Senin, 06 Januari 2014

Sudahkah kita berbakti pada orang tua???

Sore ini saya sedang membawa anak binaan ke tempat urut karna terpeleset di kamar mandi. Tempat yg kami tuju pun adalah tempat urut Nyak Haji Yusuf di sp.surabaya, tempat ini lumayan terkenal udah sejak dulu bahkan sudah turun temurun, mungkin ini udah keturunan ke3 atau ke4 yg menjalani pengobatan ini. Saya sudah beberapa kali kesini dan pengobatannya cukup bagus dan langsung cepat sembuh (berkat pnybmbuhan dr Allah juga pastinya)..pokonya saya salut dengan tempat ini.

Namun, hal yg paling membuat saya salut bin sedih adalah pemandangan yg saya dapati di tempat ini sewaktu saya sedang antri. Pasien disini dari berbagai macam usia, mulai dari anak kecil sampai manula. Pas di depan saya ada seorang anak muda yang memapah ibundanya yg sudah tua renta, dengan sabar ia membawa ibunya keruangan, bahkan ia rela membungkukkan badannya utk mensejajarkan badan dengan ibundanya supaya lebih mudah bersandar..jarang ada anak yg sabar menunggu dan merawat ibunya.saya salut...! Tapi saya ga sempat mengabadikan moment ini karena keburu nomor antrian sy dipanggil..huhu

Anak itu anugrah dari Allah bahkan menjadi harta paling berharga bgi org tua. Asalkan mereka dididik dengan baik dan berlandaskan agama insyaallah akan menjadi anak baik dan berbuah surga. Namun sebaliknya anak juga bisa menjadi petaka bgi org tua dan menjadi beban di hari akhir.
Sudahkan kita menjadi permata bagi orang tua kita????sudahkah kita berbakti???sudahkah kita menjadi anak soleh???
Jawabannya ada dalam diri kita masing2...selamat bermuhasabah :)

Roel alghazel.

Selasa, 15 Oktober 2013

Antara Lebaran dan Air Mata



Allahu akbar...Allahu akbar Allahu Akbar. Laa ilaha illallahu wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahilhamd.
Selepas magrib, takbir mengema dimana-mana. Semesta bertasbih mengagungkan nama Allah. Begitu bergetar hati ini tatkala mendengarkannya dan tak sadar di takbir ketiga air mata ini menetes, deras sekali...Ya Rabbi beginikah rasanya berlebaran jauh dari orang tua..huhu Malam Takbiran saya habiskan bersama anak-anak jalanan di sebuah Panti Sosial di kawasan Keutapang.(takbiran semalam begitu mengharu biru) :(
Pagi tadi kami melaksanakan shalat idul adha di lapangan TVRI Banda Aceh bersama ribuan warga lainnya. Tangis pun memuncah kala saya menghubungi orang tua untuk meminta maaf. Ya..walaupun hanya via telpon tapi cukup membuat ibu saya terisak dalam di seberang sana. Untuk pertama kalinya saya merayakan lebaran  di perantauan yang jauh dari orang tua dan keluarga besar. Itu semua bukan kesengajaan, tetapi karena tuntutan profesi yang mengharuskan saya melewati moment lebaran bersama anak-anak jalanan di panti sosial. Sedih sudah pasti saya rasakan, apalagi ditambah dengan tidak adanya suasana takbiran bersama ayah selepas isya dan berada di tengah-tengah keluarga. (tidak ada sungkeman dengan Abi Ummi, tidak ada kue lebaran, tidak ada sop daging tidak ada opor ayam). Bagi seorang perantauan seperti saya, moment lebaran memanglah begitu berharga karena saya hanya bisa pulang ketika lebaran tiba.
Namun, di balik itu semua saya tidak ingin larut dalam kesedihan dan kerinduan. Sebab saya menyadari satu hal. Sedari semalam saya menghabiskan waktu bersama anak-anak panti yang notabene jauh dari orang tua dan kehidupan bahagia. Semalam saya melihat bahwa, seberapapun keras hidup, hati mereka dan kebencian terhadap orang tuanya. Kerinduan akan ibu ayah juga dirasakan oleh anak-anak ini, saya melihat mereka menagis terisak-isak ketika takbiran berlangsung. (apa mereka merindukan ibu bapaknya???wallahu a’lam) tapi melihat mereka menangis, hati saya begitu tersentuh. Oh tuhan, anak ini menangis!!!

Senin, 14 Oktober 2013

Jalan-Jalan (Part 2)

Hari Ketiga,
Setelah sebelumnya puas mengelilingi pusat Kuala Lumpur, maka hari ketiga kami ingin menghabiskan waktu ke Genting Highland. Saya sudah mendengar tentang Genting Highland, yang saya tau itu seperti puncak dan testinasi wisata terbaik di Malaysia. Pagi-pagi kami sudah mempersiapkan semua keperluan, abang saya juga mengingatkan utk membawa jaket Karena udara disana dingin. Setelah sarapan kami pun menuju ke Genting Highland. 

Sebelum kesana kami menyempatkan mampir ke Kampung India, tempat shopping murah dan barang2 melayu dan India (sejenis Pasar Aceh laa). Dua jam diberikan waktu untuk memburu barang disana, sangking murahnya barang disana, kami kebingungan memilih barang. Dua jam pun tak terasa, malah ga cukup waktu. Sampe oom pun bilang “yaudah biarin aja lama disini, kurangi waktu kita di Genting”. “Tapi Genting lebih indah, nanti nyesal kalau Cuma sebentar disana” sahut abang lagi. Itu karena si Om belum tau Genting itu seperti apa…sama halnya dengan diriku yang hanya mengira Genting itu hanya sekedar puncak biasa.

 Kampung India

Nah, lagi-lagi sebelum sampai Genting Kami mampir di Batu Caves, temple nya orang hindu (tempat ibadah orang Hindu sebagian besar orang india)…karena suasana lagi panas banget kami hanya berfoto2 berlatarkan Patung Raksasa Kuning ini…ini dia foto2nya

 Lagi di Batu Caves

 lagi caper sama merpati..hihi